isbest3

The 3rd International Seminar on Business, Economics, Social Science and Technology 2020 dan The 6th AICEDC

Masa Pandemi Covid-19 mengharuskan kita beraktivitas dari rumah. Ini telah mengubah pola interaksi dan kegiatan masyarakat secara drastis. Kegiatan pendidikan, bisnis, dan kepemerintahan pun menjadi terbatas, walaupun masih dapat dilakukan dari rumah, dan yang lainnya tetap dilakukan dengan mengoptimalkan teknologi informasi.

Perubahan yang terjadi secara drastis dikarenakan kondisi ini telah memaksa masyarakat untuk melakukan berbagai inovasi yang kreatif. Seperti dalam bidang pendidikan dari pendidikan Dasar sampai Perguruan Tinggi harus dilakukan secara daring.  Kenyataan yang ada semua kalangan  banyak yang kurang terampil dalam memanfaatkan teknologi informasi, masyarakat terutama siswa dan mahasiswa diharapkan dapat melakukan pembelajaran jarak jauh melalui online setiap harinya dan dalam bidang pelayanan publik pun semua layanan dilakukan secara online.

Universitas Terbuka (UT) saat dalam masa Pandemi Covid-19 pun, selalu ditantang untuk dapat mengedepankan pelayanan dan selalu harus dapat mengatasi masalah dan mampu mengembangkan platform pembelajaran online serta dapat mengembangkan layanan akademik digital untuk mahasiswa dan masyarakat luas. UT juga harus dapat mengutamakan pentingnya penyebaran pengetahuan lintas batas dan mengembangkan pendekatan belajar-mengajar dari kelas tatap muka ke kelas virtual yang selama ini sudah dilakukan agar selalu menjadi yang terbaik.

UT melalui Fakultas Ekonomi melakukan kegiatan setiap tahunnya di bidang  Akademik, yaitu salah satunya tetap melaksanakan Seminar Internasional on Business, Economics, Social Science and Technology (ISBEST) 2020 dan The 6 th AICEDC (Annual International Conference on Economic in Developing Countries) disaat pandemi Covid-19, dimana tahun ini dilakukan secara daring dan live streaming melalui Youtube UT. Adapun kegiatan tersebut dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan dan dilaksanakan menjadi :

1.) The 3rd International Seminar on Business, Economics, Social Science and Technology (ISBEST) 2020 yang dilaksanakan pada hari/tanggal : Rabu, 4 November 2020, pukul : 08.00  WIB sampai dengan selesai. Workshop Econometric yang bertema : “Recent Development In Applied Econometric”,terlebih dahulu di buka dengan Welcoming Speech dari Dr. Etty Puji Lestari, S.E,.M.Si. (The Chairmen Of ISBEST-AICEDC 2020)  dan dilanjutkan Opening Remark   yang dilakukan oleh   Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. (Dean of Faculty of Economic, UT), lalu Welcome Speech oleh Teguh Dartanto, Ph.D (Head of Chairman of APRPI). Sebagai para pakar dibidangnya kita undang sebagai  Invited Speaker yaitu Rus’an Nasrudin, S.E, MIDEC, Ph.D. (Departement of Economics, Faculty Economics and Business Universitas Indonesia) dan Sekar Utami Setiastuti, Ph.D (Departement of Economics, Faculty Economics and Business Universitas Gajah Mada) dan yang bertugas menjadi MC adalah Yosi Mardoni, S.E., M.Si. (Departement of Economics, UT)  serta yang menjadi Host dalam kegiatan ini  Dr. Ake Wihadanto, S.E., M.T. (Departement of Economics, UT).

Pada  sesi Workshop Econometric, Invited Speaker Rus’an Nasrudin, S.E, MIDEC, Ph.D. (Departement of Economics, Faculty Economics and Business Universitas Indonesia) dan Sekar Utami Setiastuti, Ph.D (Departement of Economics, Faculty Economics and Business Universitas Gajah Mada) memaparkan presentasinya dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Host. Pada Sesi ini sangat terasa interaktif dan berbobot, karena pemaparan yang dilakukan oleh Pembicara sangat relevan dengan kebutuhan dimasa sekarang, sehingga membuat para peserta antusias dalam keingin tahuannya tentang perkembangan terkini dalam ekonometrik terapan yang dibutuhkan saat ini. Dimana nantinya peserta dan masyarakat umumnya akan mampu menjelaskan model ekonometrika dalam data Susenas dan mampu menjelaskan struktur kuesioner, nama-nama variabel, dan derivasi data Susenas dengan menggunakan Stata. Pembicara menyampaikan beberapa hal tentang teori Ekonometrika dan current issue terkait Ekonometrika di Indonesia. Ekonometri  merupakan ujung dari statistik. Definisi umum dari statitik adalah angka yang menunjukkan kondisi suatu hal.

Ekonometri sebagai contoh yang terjadi di Indonesia yang menganut perekonomian terbuka dari dulu. Alasan Indonesia menganut perekonomian terbuka diantaranya adalah apa yang terjadi di luar negeri berdampak juga di dalam negeri, seperti perang dagang di luar negeri yang mengakibatkan Indonesia harus mampu menjual ke pasar-pasar baru di negara-negara lain yang membutuhkan komoditas ekspor dari Indonesia. Ketertarikan peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat terlihat bahwa antusias yang sangat tinggi, dimana dapat dilihat jumlah penonton melalui streaming youtube berjumlah 1541 penonton.

2.) The   6th   AICEDC    (Annual International    Conference on Economic in Developing Countries),   kegiatan ini dilaksanakan   pada   hari/tanggal :  Kamis,  5 November 2020,  pukul  : 08.00 WIB s.d 15.00 WIB. Seminar Internasional yang bertema : “Creative Economy In Digital Era” ini diikuti oleh para mahasiswa Fakultas Ekonomi dan masyarakat umum, dimana kegiatan ini memberikan pengetahuan terkait bisnis, ekonomi, ilmu sosial  dan teknologi dalam bidang Bisnis, Seminar Internasional ini dibuka oleh Welcoming Speech dari Dr. Etty Puji Lestari, S.E,.M.Si. (The Chairmen Of ISBEST-AICEDC 2020), dan lanjutkan pembukaan serta Opening Remark oleh Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. (Rector, UT) dan Welcoming Speech oleh Teguh Dartanto, Ph.D. (The Chairmen Of APSEPI. Sebagai Keynote Speaker : Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D. Dengan Plenary Speaker : Prof. Cihan Cobanoglu, Ph.D., CHTP (University of South Florida), Prof. Budy P. Resosudharmo, Ph.D. (Australian National University), Prof. Dr. Ginta Ginting, MBA. (Departement of Economics, UT), sebagai MC adalah Ni Wayan Marsha Satyarini, S.ST.Par., M.Par. Departement of Economics, UT) dan Host : Rini Yayuk Priyati, S.E., M.Ec., Ph.D. (Departement of Economics, UT).

Dalam Sesi pemaparan Keynote Speaker mengatakan bahwa kita harus cepat beradaptasi dalam menghadapi perubahan dari Covid-19 ini dalam berbagai aspek, terutama aspek ekonomi. Sehingga kita dituntut untuk melakukan perubahan dalam bidang ekonomi dengan melakukan ekonomi kreatif adalah salah satu solusi dalam keadaan yang serba tak jelas ini. Kekreatifisan kita dapat tertuang dalam bentuk pemasaran, pengemasan, promosi, hingga desain produk. Tahun 2020 adalah tahun yang berat buat perekonomian dunia. Sektor ekonomi terkena dampak yang cukup signifikan. Tak pelak, pandemi corona menjadi penyebab menurunnya ekonomi di beberapa negara.

Di era ekonomi kreatif seperti sekarang ini, Plenary Speaker menjelaskan bahwa masyarakat wajib memanfaatkan teknologi informasi dengan mengunakan platform media social, misal dalam pemasaran suatu produk, maka dapat menggunakan berbagai macam media sosial dari Instagram, Facebook, Twitter bahkan TikTok, dan lain-lain. Pada dasarnya, menggunakan media sosial lebih mudah menjangkau pasar serta mampu meningkatkan kedekatan sosial dengan pelanggan atau konsumen yang dituju. Dengan penerapan yang tepat, ekonomi kreatif jadi solusi bagi para pengusaha kecil yang ingin mengembangkan usahanya secara maksimal.

Pada kesempatan sekarang ini diutamakan agar para peserta yang mengikuti seminar ini dapat  mengeksplore ilmu pengetahuannya dan mendapatkan suatu perubahan terkait dengan teknologi terbaru dalam serta mendapatkan sesuatu yang baru di bidang bisnis, ekonomi, ilmu sosial  dan teknologi. Seminar ini dilakukan pararel session dimana dilaksanakan pemapaparan tulisan artikel dan dipresentasikan oleh peserta melalui daring, dimana artikel yang dibahas memiliki batasan tentang :

  • Contemporary Issues in Digital Transformation sebagai Host: Dr. Zainur Hidayah, S.Pi., M.M.
  • Knowledge Management and Organizational Learning sebagai Host: Andy Mulyana, S.E.., M.M.
  • International Trade and Financial Accounting sebagai Host: Amalia Kusuma Wardini, S.E., M.Com., Ph.D.
  • Sharia Economics and Banking sebagai Host: Yosi Mardoni, S.E., M.Si.
  • Tourism and Creative Economy sebagai Host: Ramdhan Kurniawan, S.ST.Par., M.M.
  • Natural Resources, Environment, and Sustainable Development sebagai Host: Helmiatin, S.E., M.Si.
  • Management, Trading and Human Capital sebagai Host: Noorina Hartati, S.E., M.Sc.
  • Economics sebagai Host: Meirani Harsasi, S.E., M.Si.

Dalam kegiatan ini juga diumumkan pemenang inovasi terbaik dari COPSI 2nd , yang dimenangkan oleh :

1. Juara 1 : Antares Firman, S.E., M.Prof.Acc.,  “Smart Procurement Management Information System”.

2. Juara 2 : Dr. Iskandar Muda, S.E, M.Si., Ak. CA. CRP, CPA. “Aplikasi laporan Keuangan BUMDES”

3. Juara 3 : Nuur Rahayu, S.Psi., “ Dongeng Siluet Bubuksah dan Gagang Aking”

4. Juara 4 : Alki Adi Joyo Diharjo,  “Wedding Virtual

5. Juara 5 : Dian Anita Nuswantara, “TAX Center UNESA Supporting DJP Program Through UNESA TV

6. Juara Favorit : Antares Firman, S.E., M.Prof.Acc.,  “Smart Procurement Management Information System”.

Kegiatan  yang  dilakukan  selama  2  (dua) hari ini ditutup oleh Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. (Dean of Faculty of Economic, UT), dalam  penutupnya  dikatakan  bahwa  Seminar Internasional  yang telah  dilaksanakan  pada  masa  pandemi Covid-19,  tidak  mengurangi semangat dan tetap dapat dilakukan, meskipun melalui daring dan live streaming youtube tetap berjalan dengan baik tanpa mengurangi substansi dari kegiatan tersebut. Dan tidak lupa pula Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka mengucapkan terima kasih kepada Para Pembicara, panitia dan peserta yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini, serta permintaan maaf apabila dalam pelaksanaanya terdapat kekurangan yang terjadi. Untuk informasi lebih jelasnya dapat diketahui melalui saluran UT TV pada laman:
“Recent Development In Applied Econometric” : https://www.youtube.com/watch?v=764uurp6GWo

“Creative Economy In Digital Era” : https://www.youtube.com/watch?v=tP2kF03E-ac

20191024_Foto_bersama_dengan_pemenang_COPSI_2019_0

Melalui COPSI 1st, Terpilih Produk Inovasi Terbaik pada Sektor Publik

Dalam rangkaian kegiatan International Seminar on Business, Economics, Social Science and Technology (ISBEST) 2nd yang diselenggarakan pada 23-24 Oktober 2019, telah dilaksanakan semi final Competition of Public Sector Innovation (COPSI) 1st 2019 di Wisma 2, Rabu (23/10/2019). Terpilih lima peserta terbaik yang melenggang ke Grand Final COPSI 1st untuk mempresentasikan produk hasil inovasi di sektor publik di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Kamis (24/10/2019).

COPSI 1st sebagai wadah untuk memberikan apresiasi terhadap penggiat di sektor publik dalam berbagai inovasi sehingga memberikan manfaat bagi sistem manajerial entitas sektor publik maupun masyarakat. Entitas sektor publik yang dapat mengikuti COPSI 1st 2019 ini adalah Pemerintah Daerah, Badan Layanan Umum maupun Badan Layanan Umum Daerah (BLU/BLUD), Badan Usaha Milik Negara maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD), rumah sakit, perguruan tinggi, lembaga keagamaan, lembaga swadaya masyarakat, dan entitas sektor publik lainnya.

Juri dari COPSI 1st 2019 ini adalah Prof. Zakiah Saleh dari University of Malaya, kemudian Rahmadi Murwanto, Ak., M.Acc., M.B.A., Ph.D selaku Direktur PKN STAN dan Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi UT dengan didampingi oleh Prof. Indra Bastian, M.B.A., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada dan Moh. Mahsun, S.E., M.Sc., Ak., CA., CPA, Direktur Asosiasi Pengajar Akuntansi Sektor Publik (APSAE). Dalam sambutannya, Moh. Mahsun menyampaikan bahwa COPSI 1st mengapresiasi dan akan mendampingi para penggiat sektor publik untuk mendapatkan hak paten, serta menjadi member perdana forum inovasi sektor publik.

Setelah para finalis mempresentasikan produk inovasinya, Moh. Mahsun mengumumkan pemenang COPSI 1st 2019, sebagai berikut:

Juara IOmah Bahasa YogyakartaFunny English Coversation Method for Children and Public
Juara IIBK Pemkot GorontaloMetode Konversi Keuangan Daerah Menuju Accrual Basis
Juara IIIUPN Jawa TimurPendekatan Akuntansi Arus Dana dalam Studi Pertumbuhan Ekonomi
Juara IV Universitas Terbuka Aplikasi Keuangan BUMDes
Juara VRepi AriantoModel Pengembangan Pariwisata Berbasis Kemasyarakatan

Pada akhir hari kedua penyelenggaraan ISBEST 2nd dan COPSI 1st 2019 dilaksanakan Coaching Clinic untuk meningkatkan kualitas dari makalah-makalah yang telah masuk dan telah dipresentasikan pada hari pertama oleh Prof. Zakiah Saleh dari University of Malaya dan juga Dr. Isma Widiaty serta Cep Ubad Abdullah, M.Pd. dari Rumah Publikasi Indonesia. Adapun Ketua Pelaksana ISBEST 2nd dan COPSI 1st 2019 ini adalah Dr. Joko Rizkie Widokarti, S.E., M.M. dan Advisor Prof. Ginta Ginting, M.B.A.

sumber :
https://www.ut.ac.id/berita/2019/10/melalui-copsi-1st-terpilih-produk-inovasi-terbaik-pada-sektor-publik

20191023_Pembicara_Utama_ISBEST_2019_dari_Telkom_Indonesia_0

ISBEST 2019 Fokus pada Tantangan dan Peluang Inovasi dalam Hadapi Masyarakat 5.0

Pesatnya perkembangan ekonomi, bisnis dan sosial yang disebabkan oleh munculnya teknologi digital, telah mengubah struktur ekonomi, bisnis, dan tatanan kehidupan konvensional. Kondisi ini melahirkan Society 5.0 yang hadir bersamaan dengan Era Revolusi Industri 4.0 yang berpusat pada informasi dan data digital. Society 5.0 merupakan periode yang berpusat pada manusia dalam menyeimbangkan kemajuan ekonomi dan memecahkan masalah sosial melalui integrasi ruang maya dan ruang fisik.

Guna memfasilitasi para akademisi, praktisi, peneliti, dan mahasiswa dalam menggali informasi dan penelitian terkait Society 5.0, Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka (FE-UT) menyelenggarakan International Seminar on Business, Economics, Social Science and Technology (ISBEST) 2nd dan Competition of Public Sector Innovation Award (COPSI) 1st 2019 yang bekerja sama dengan Asosiasi Pengajar Akuntansi Sektor Publik (APSAE) dan Rumah Publikasi Indonesia (RPI). Seminar yang diselenggarakan pada 23-24 Oktober 2019 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) mengangkat tema “Indonesian Society in 5.0: Innovation Challenges and Opportunities”.

Seminar ini resmi dibuka oleh Rektor UT yang diwakili oleh Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi. Ali Muktiyanto menyampaikan bahwa melalui Society 5.0, kecerdasan buatan akan mengubah data besar di semua lapisan masyarakat dan Internet of Things akan menjadi kebijakan baru, yang akan didedikasikan untuk meningkatkan kemampuan dan membuka peluang bagi umat manusia. Ia mengapresiasi atas terselenggaranya ISBEST 2019 dan berharap seminar ini dapat menstimulasi diskusi yang aktif, serta membangun jaringan baru melalui penelitian kolaboratif.

Dalam sambutannya, Dr. Joko Rizkie Widokarti, S.E., M.M. selaku Ketua Pelaksana ISBEST 2019 menyampaikan bahwa terdapat 100 pemakalah yang berpartisipasi dan diharapkan dapat terjalin diskusi yang konstruktif dan terbuka dalam diskusi panel. Pada hari pertama pembicara utama adalah Dr. Ir. Dwi Heriyanto, M.T., VP. Human Capital Strategic Management TELKOM and Board of Commissioners PT. PINS yang fokus membahas cara Telkom Indonesia menghadapi Society 5.0. Pembicara berikutnya yaitu Datok Prof. Yusof Kasim dari Universiti Kebangsaan Malaysia – Malaysia dan terakhir Prof. Masatsugu Nemoto dari Chungbuk National University – Korea yang berbagi inovasi-inovasi yang telah dilakukan pada sektor publik di Malaysia dan Korea.

Seminar dilanjut dengan diskusi panel ISBEST 2019 bagi para pemakalah untuk mempresentasikan hasil penelitiannya. Pada kesempatan yang sama diselenggarakan juga semi final Competition of Public Sector Innovation (COPSI) 1st 2019 di Wisma 2, UT-Pusat. COPSI 1st menjadi wadah untuk memberikan apresiasi terhadap penggiat di sektor publik atas partisipasinya dalam upaya melakukan berbagai inovasi sehingga memberikan manfaat bagi sistem manajerial entitas sektor publik maupun masyarakat. 

sumber :
https://www.ut.ac.id/berita/2019/10/isbest-2019-fokus-pada-tantangan-dan-peluang-inovasi-dalam-hadapi-masyarakat-50