COPSI 001

Competition of Public Sector Innovation (COPSI) 2nd – Inovasi Sektor Publik Menghadapi Pandemi Covid-19

Competition of Public Sector Innovation (COPSI) merupakan salah satu wadah untuk mengapresiasi penggiat di sektor publik yang telah memberikan solusi atas segala permasalahannya. Kegiatan ini digagas oleh Program Studi Akuntansi Keuangan Publik (AKP)-Universitas Terbuka dan Association of Public Sector Accounting Educators (APSAE) sejak tahun 2019. COPSI ke-2 telah sukses terselenggara pada Hari Minggu-Kamis/01-05 Nopember 2020. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari kegiatan The International Seminar on Business, Economics, Social Science and Technology (ISBEST3rd yang merupakan seminar internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka.

Selama masa pandemi Covid-19 ini Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka tetap produktif dalam mendesiminasikan hasil kajian dan penelitiannya secara daring kepada masyarakat luas salah satunya dengan menyelenggarakan ISBEST 3rd dan COPSI 2nd secara daring. Untuk semakin menciptakan optimistik di masyarakat selama pandemi Covid-19 tema COPSI 2nd yang diangkat adalah “Public sector Innovation In Facing The Covid-19 Pandemic”. Kegiatan COPSI 2nd turut disponsori oleh The Institute of Chartered Accountants of Nigeria Malaysia & District Society (ICAN-Malaysia), Association of Public Sector Accounting Educators (APSAE), Forum Dosen Akuntansi Publik (FDAP) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), serta diikuti oleh 12 finalis dari berbagai lapisan masyarakat.

NoParticipantsFromTitle
1Antares FirmanUniversitas TerbukaSmart Procurement Management Information System
2Eko SumartonoUniversitas Dehasen Bengkulu dan Perkumpulan Dosen Muda BengkuluKebun Education Of Healthy Vegetable Fruit (Sms) For Community During Covid-19? “Chantelan” Is The Solution
3Nuur Rahayu, S.PsiBimbingan Belajar dan Tempat Observasi “Pondok Dheling”Dongeng Siluet Bubuksah dan Gagang Aking
4Murlina, S.Sos, MMKOMINFO Kabupaten BlitarTAHU PEDAS MAK ONLINE
5Dian Anita NuswantaraTAX Center UNESATAX Center UNESA supporting DJP Program through UNESA TV
6Vero DeswantoUniversitas Mercubuana JakartaRemote Priority Quality Service Audits of Public Entities during the Pandemic
7Hani Lina Nadwah, SIP,MIPPemda Kota MetroPringsewu District Government Innovation Promotion Of Msme Products Affected By Covid 19
8Muhammad Ros Dien Shidiqsubmit as a society“ADREI IFACIPIC” PROGRAM in FACING THE COVID-19 PANDEMIC
9Indri JoaneUniversitas TerbukaBacaTulisUT
10Wahyu Sidiq Anwar S.Rumah AkuntansiTools Acuan Mutu Pertanggungjawaban Keuangan Desa menggunakan TEROPONG KEUANGAN DESA (TERKUDES)
11Alki Adi Joyo DiharjoViding.coWedding Virtual
12Dr. Iskandar Muda, SE, M.Si, Ak, CA, CRP, CPAUniversitas Sumatera UtaraAplikasi Laporan keuangan BUMDES

Kegiatan COPSI 2nd diawali dengan proses seleksi dokumen (desk evaluation) pada tanggal 01 Nopember 2020, lalu dilanjutkan seleksi presentasi dari para peserta secara daring pada tanggal 02 November 2020. Pada kegiatan ini para peserta menyampaikan paparan inovasinya secara interaktif dengan menggunakan vido produk inovasi yang dilengkapi dengan penjelasannya meliputi motivasi dari pembuatan produk inovasi, manfaat dari produk inovasi, keaslian produk inovasi, metode pengembangan inovasi dan testimoni dari masyarkat yang telah menggunakan produk inovasi tersebut yang sesuai dengan kriteria penilaian COPSI 2nd. Selain itu para pemirsa juga dapat secara langsung memberikan dukungannya dengan mengisi polling peserta favorit dan memberikan ekspresi tepuk tangan pada layer ZOOM untuk mendukung produk-produk inovasi yang dianggap paling mendatangkan manfaat.

Melalui COPSI 2nd ini peserta juga mendapatkan masukkan yang berharga untuk kelanjutan inovasinya agar semakin bermanfaat bagi masyarakat dari lima orang dewan juri: Dr. Oluwatoyin Muse Johnson Popoola (Assistant Professor Universiti Utara Malaysia), Moh. Mahsun, S.E., M.Sc., Ak., CA., CPA (Direktur APSAE), Dr. Rida (Ketua FDAP), Noorina Hartati, SE, M.Si (Ketua Program Studi AKP-UT) dan Prof. Ginta Ginting (Profesor Fakultas Ekonomi-UT). Kegiatan ini semakin meriah dengan diumumkanya 5 (lima) pemenang COPSI 2nd  secara daring pada tanggal 05 Nopember 2020 yang juga akan mendapatkan bantuan dana pengembangan produk inovasinya agar semakin bernilai tambah bagi masyarakat luas yaitu:

NoJuaraProduk InovasiPengiat inovasiInstansi
1Juara 1Smart Procurement Management Information SystemAntares FirmanUniversitas Terbuka
2Juara 2Dongeng Siluet Bubuksah dan Gagang AkingNuur Rahayu, S.PsiBimbingan Belajar dan Tempat Observasi “Pondok Dheling”
3Juara 3Aplikasi Laporan keuangan BUMDESDr. Iskandar Muda, SE, M.Si, Ak, CA, CRP, CPAUniversitas Sumatera Utara
4Juara 4Wedding VirtualAlki Adi Joyo DiharjoViding.co
5Juara 5TAX Center UNESA supporting DJP Program through UNESA TVDian Anita NuswantaraTAX Center UNESA
6Juara favoritSmart Procurement Management Information SystemAntares FirmanUniversitas Terbuka

Harapannya COPSI 2nd  ini dapat menjadi budaya baik untuk mengapresiasi inovasi yang telah dikembangkan oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat dalam rangka menciptakan masyarakat yang madani. Untuk selengkapnya dapat disaksikan pada: https://sl.ut.ac.id/isbest3-uttv2020

20191024_Foto_bersama_dengan_pemenang_COPSI_2019_0

Melalui COPSI 1st, Terpilih Produk Inovasi Terbaik pada Sektor Publik

Dalam rangkaian kegiatan International Seminar on Business, Economics, Social Science and Technology (ISBEST) 2nd yang diselenggarakan pada 23-24 Oktober 2019, telah dilaksanakan semi final Competition of Public Sector Innovation (COPSI) 1st 2019 di Wisma 2, Rabu (23/10/2019). Terpilih lima peserta terbaik yang melenggang ke Grand Final COPSI 1st untuk mempresentasikan produk hasil inovasi di sektor publik di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Kamis (24/10/2019).

COPSI 1st sebagai wadah untuk memberikan apresiasi terhadap penggiat di sektor publik dalam berbagai inovasi sehingga memberikan manfaat bagi sistem manajerial entitas sektor publik maupun masyarakat. Entitas sektor publik yang dapat mengikuti COPSI 1st 2019 ini adalah Pemerintah Daerah, Badan Layanan Umum maupun Badan Layanan Umum Daerah (BLU/BLUD), Badan Usaha Milik Negara maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD), rumah sakit, perguruan tinggi, lembaga keagamaan, lembaga swadaya masyarakat, dan entitas sektor publik lainnya.

Juri dari COPSI 1st 2019 ini adalah Prof. Zakiah Saleh dari University of Malaya, kemudian Rahmadi Murwanto, Ak., M.Acc., M.B.A., Ph.D selaku Direktur PKN STAN dan Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi UT dengan didampingi oleh Prof. Indra Bastian, M.B.A., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada dan Moh. Mahsun, S.E., M.Sc., Ak., CA., CPA, Direktur Asosiasi Pengajar Akuntansi Sektor Publik (APSAE). Dalam sambutannya, Moh. Mahsun menyampaikan bahwa COPSI 1st mengapresiasi dan akan mendampingi para penggiat sektor publik untuk mendapatkan hak paten, serta menjadi member perdana forum inovasi sektor publik.

Setelah para finalis mempresentasikan produk inovasinya, Moh. Mahsun mengumumkan pemenang COPSI 1st 2019, sebagai berikut:

Juara IOmah Bahasa YogyakartaFunny English Coversation Method for Children and Public
Juara IIBK Pemkot GorontaloMetode Konversi Keuangan Daerah Menuju Accrual Basis
Juara IIIUPN Jawa TimurPendekatan Akuntansi Arus Dana dalam Studi Pertumbuhan Ekonomi
Juara IV Universitas Terbuka Aplikasi Keuangan BUMDes
Juara VRepi AriantoModel Pengembangan Pariwisata Berbasis Kemasyarakatan

Pada akhir hari kedua penyelenggaraan ISBEST 2nd dan COPSI 1st 2019 dilaksanakan Coaching Clinic untuk meningkatkan kualitas dari makalah-makalah yang telah masuk dan telah dipresentasikan pada hari pertama oleh Prof. Zakiah Saleh dari University of Malaya dan juga Dr. Isma Widiaty serta Cep Ubad Abdullah, M.Pd. dari Rumah Publikasi Indonesia. Adapun Ketua Pelaksana ISBEST 2nd dan COPSI 1st 2019 ini adalah Dr. Joko Rizkie Widokarti, S.E., M.M. dan Advisor Prof. Ginta Ginting, M.B.A.

sumber :
https://www.ut.ac.id/berita/2019/10/melalui-copsi-1st-terpilih-produk-inovasi-terbaik-pada-sektor-publik

20191023_Pembicara_Utama_ISBEST_2019_dari_Telkom_Indonesia_0

ISBEST 2019 Fokus pada Tantangan dan Peluang Inovasi dalam Hadapi Masyarakat 5.0

Pesatnya perkembangan ekonomi, bisnis dan sosial yang disebabkan oleh munculnya teknologi digital, telah mengubah struktur ekonomi, bisnis, dan tatanan kehidupan konvensional. Kondisi ini melahirkan Society 5.0 yang hadir bersamaan dengan Era Revolusi Industri 4.0 yang berpusat pada informasi dan data digital. Society 5.0 merupakan periode yang berpusat pada manusia dalam menyeimbangkan kemajuan ekonomi dan memecahkan masalah sosial melalui integrasi ruang maya dan ruang fisik.

Guna memfasilitasi para akademisi, praktisi, peneliti, dan mahasiswa dalam menggali informasi dan penelitian terkait Society 5.0, Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka (FE-UT) menyelenggarakan International Seminar on Business, Economics, Social Science and Technology (ISBEST) 2nd dan Competition of Public Sector Innovation Award (COPSI) 1st 2019 yang bekerja sama dengan Asosiasi Pengajar Akuntansi Sektor Publik (APSAE) dan Rumah Publikasi Indonesia (RPI). Seminar yang diselenggarakan pada 23-24 Oktober 2019 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) mengangkat tema “Indonesian Society in 5.0: Innovation Challenges and Opportunities”.

Seminar ini resmi dibuka oleh Rektor UT yang diwakili oleh Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi. Ali Muktiyanto menyampaikan bahwa melalui Society 5.0, kecerdasan buatan akan mengubah data besar di semua lapisan masyarakat dan Internet of Things akan menjadi kebijakan baru, yang akan didedikasikan untuk meningkatkan kemampuan dan membuka peluang bagi umat manusia. Ia mengapresiasi atas terselenggaranya ISBEST 2019 dan berharap seminar ini dapat menstimulasi diskusi yang aktif, serta membangun jaringan baru melalui penelitian kolaboratif.

Dalam sambutannya, Dr. Joko Rizkie Widokarti, S.E., M.M. selaku Ketua Pelaksana ISBEST 2019 menyampaikan bahwa terdapat 100 pemakalah yang berpartisipasi dan diharapkan dapat terjalin diskusi yang konstruktif dan terbuka dalam diskusi panel. Pada hari pertama pembicara utama adalah Dr. Ir. Dwi Heriyanto, M.T., VP. Human Capital Strategic Management TELKOM and Board of Commissioners PT. PINS yang fokus membahas cara Telkom Indonesia menghadapi Society 5.0. Pembicara berikutnya yaitu Datok Prof. Yusof Kasim dari Universiti Kebangsaan Malaysia – Malaysia dan terakhir Prof. Masatsugu Nemoto dari Chungbuk National University – Korea yang berbagi inovasi-inovasi yang telah dilakukan pada sektor publik di Malaysia dan Korea.

Seminar dilanjut dengan diskusi panel ISBEST 2019 bagi para pemakalah untuk mempresentasikan hasil penelitiannya. Pada kesempatan yang sama diselenggarakan juga semi final Competition of Public Sector Innovation (COPSI) 1st 2019 di Wisma 2, UT-Pusat. COPSI 1st menjadi wadah untuk memberikan apresiasi terhadap penggiat di sektor publik atas partisipasinya dalam upaya melakukan berbagai inovasi sehingga memberikan manfaat bagi sistem manajerial entitas sektor publik maupun masyarakat. 

sumber :
https://www.ut.ac.id/berita/2019/10/isbest-2019-fokus-pada-tantangan-dan-peluang-inovasi-dalam-hadapi-masyarakat-50